Problematika Puasa Bagi Wanita

Puasa berasal dari kata As Shaum yang arti bahasanya adalah menahan, sedangkan berdasarkan syara'  Shaum adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita

Pada mulanya ziarah kubur dilarang bagi wanita sebagaimana hadist riwayat Imam Ahmad dan At Turmudzi :
Dari Abu hurairah r.a bahwa Rasulullah s.a.w mengutuk para wanita yang berziarah kubur.

Akan tetapi sesudah itu Rasulullah membolaehkan wanita berziarah kubur sebagaimana hadist riwayat Al Hakim dan Ibnu Hibban dari 'Aisyah :

Problematika Wanita Dalam Hal Takziah atau Melayat

Wanita diperbolehkan berkunjung kepada keluarga perempuan dari orang yang meninggal untuk ikut berbela sungkawa dengan catatan jangan terlalu lama, karena kalau terlalu lama dipandang makruh oleh Fuqaha'. Begitu pula tidak dibenarkan bagi wanita berpakaian serba hitam atas meninggalnya seseorang atau berkabung lebih dari tiga hari kecuali atas meninggalnya suami.

Seperti halnya laki-laki wanita juga boleh melakukan shalat jenazah. An Nawawi berkata " Seyogyanya wanitapun disunahkan melakukan shalat jenazah secara berjamaah seperti pada shalat lainnya". Semua itu boleh dilakukan sesuai dengan syarat yaitu mereka harus menutup aurat, tidak memamerkan perhiasan tidak bersikap menggoda laki-laki dan tanpa minyak wangi.

Memandikan dan Mengkafani Jenazah Perempuan

Pada umumnya jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan juga, lalu bagaimana jika suatu saat ada jenazah perempuan dan jumlah perempuan hanya sedikit adakah laki-laki yang boleh memandikan jenazah perempuan ?
Hadist riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Ad Dailami, Ibnu Hibban, Ad Daruquthni dan Al Baihaqi menjelaskan :

Problematika Shalat di Masjid bagi Wanita

Hadist riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud :
Dan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi s.a.w bersabda " Janganlah kamu halang hamba-hamba wanita Allah dari masjid-masjid Allah dan hendaklah mereka pergi (ke sana) tanpa minyak wangi "

Para ulama aliran Maliki berpendapat bahwa wanita lebih utama shalat di rumah dari pada di masjid, namun demikian mereka diperbolehkan berjamaah di sana asalkan imamnya tetap laki-laki.

Pandangan Para Imam tentang Wanita yang Bernyanyi

Imam Syafi'i
Beliau berkata " Pemilik budak perempuan kalau dia menyuruh budaknya menyanyi agar semua orang berkumpul mendengarkannya maka dia itu safih (tidak sempurna akalnya) yang tidak bisa diterima kesaksiannya".

Perhiasan yang Dihalalkan dan yang Diharamkan Bagi Wanita


 Perhiasan yang dihalalkan bagi Wanita diantaranya adalah :

  1. Minyak wangi demi kemesraan dengan suami
  2. Emas dan sutera halal di kenakan tetapi makruh jika dikenakan dengan tujuan berbangga dan bermegah-megahan (hal ini bisa terjadi juga dengan perkara lain )
  3. Pakaian yang bercelup 'usfur boleh dipakai di dalam rumah bila tidak ada maksud berbangga dan menyombongkan diri.
'Usfur disebut juga qirthim adalah tanaman bahan pencelup pakaian yang berwarna kuning emas mengkilap.