PENGERTIAN FIDYAH

Yang dimaksud dengan fidyah adalah memberi makan kepada orang miskin sebagai ganti dari satu hari puasa yang ditinggalkan.

Menurut Madzhab Maliki tiap orang yang wajib diberi satu mud, dengan ukuran mud yang dipakai Nabi SAW, yaitu sepenuh dua telapak tangan yang sedang tidak terlalu dikuncupkan dan tidak terlalu dilebarkan, berupa makanan yang dikonsumsi di negeri pelaku fidyah, misalnya beras, gandum dan sebagainya. Tidaklah sah bila diganti dengan sekedar mengajak makan siang atau makan malam, demikian menurut pendapat terpercaya dari madzhab ini.

PENGERTIAN QADHA' DAN KAFARAT

Yang dimaksud Qadha' adalah mengganti kewajiban yang ditinggalkan  pada waktu lain, misalnya pada bulan Ramadhan seorang wanita sedang haid maka tidak boleh baginya berpuasa pada saat itu sehingga ia wajib mengganti sejumlah hari puasa yang ditinggalkan pada hari lain diluar bulan Ramadhan.

HAL - HAL YANG MEMBATALKAN PUASA DAN HANYA MENIMBULKAN WAJIB QADHA' SAJA

Hal - hal yang membatalkan puasa di bagi menjadi dua yaitu pertama yang hanya mewajibkan qadha' saja dan yang ke dua yang mewajibkan qadha dan kafarat.
Berikut ini adalah hal - hal yang membatalkan puasa dan hanya mewajibkan untuk qadha' saja, di antaranya adalah :

HUKUM MAKAN ATAU MINUM TANPA SENGAJA PADA SAAT BERPUASA

Pada dasarnya jika seseorang lupa atau tanpa sengaja makan atau minum pada saat sedang berpuasa tidaklah membatalkan puasanya sebagaimana hadis berikut ini :
Dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah bersabda " Barang siapa yang lupa ketika berpuasa, lalu makan atau minum maka hendaknya puasanya itu ia teruskan sampai selesai. Karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." Dan menurut lafalz lain " Barang siapa berbuka puasa karena lupa maka ia tidak wajib mengkadha' maupun kafarat." ( HR. Jamaah selain An Nasa'i.)

HUKUM BERCIUMAN (SUAMI-ISTRI) PADA SAAT BERPUASA

Dari Ummu Salamah r.a bahwa Nabi s.a.w pernah mencium (nya) dalam keadaan berpuasa (HR. Muttafaq 'Alaih)
Dan dari Aisyah r.a : Ia berkata Rasulullah s.a.w pernah mencium (aku) dan mencumbu (mubasyarah)dalam keadaan berpuasa. Hanya Beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikanhajatnya (HR. Jamaah selain An Nasa'i)

Dari kedua hadist di atas menerangkan bahwa berciuman boleh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa dan puasa tidaklah batal karenanya.

JENIS JENIS PUASA

berdasarkan sifatnya puasa dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. Puasa Wajib
Puasa wajib adalah puasa yang harus di jalankan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan kecuali bagi perempuan dalam keadaan normal. Yang termasuk puasa wajib adalah puasa pada bulan Ramadhan, puasa kafarat dan puasa nadzar.

PANDANGAN 4 MADHAB TENTANG KEWAJIBAN BERPUASA BAGI WANITA HAMIL ATAU MENYUSUI

Menurut madzhab Maliki :
Wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui bila khawatir anaknya jatuh sakit akibat berpuasa maka diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa, tetapi wajib mengqadha' nya. Bagi wanita hamil tidak diwajibkan membayar fidyah (tebusan ) tetapi bagi wanita menyusui wajib membayarnya.

Menurut madzhab Hanafi :